Selasa, 10 Juli 2018
Gimana fian mbak ?
Seperti judulnya,ya itu pertanyaan yang kayaknya rutin mama tanyain ke aku.
Bener kan mas kataku? kamu bukan hanya mencuri perhatianku,tapi juga ibuku.
"semalem telfonan sampai jam 2 mah"
"iya udah semoga kedepannya semakin baik"
katanya sih restu ibu itu juga restu Allah ,ya kan? ya semoga aja,sejauh ini aku cuma bisa bilang Amin 😀
--- kirim voicenote yang isinya suaranya fian---
" tungggu thn 2020 perkembangannya gimana"
jadi isi voice note nya itu,fian lagi kalkulasi gitu tahun segini dia baru lulus tahun setelah masih gini,dan kalimat akhirnya "jadi kapan ituune"
aku sih jawabnya apa ya lupa pokok sesiapnya kita berdua aja sih.
"Klo fian sdah lulus dan km sdh kerja,masalah rumah dipikir sambil jalan,sing penting niat berumah tangga"
i do agree !!
eh nggak ding,aku dulu punya moto nggak mau nikah sebelum calonku mapan,itu gara-gara Alm papa yang punya pesen ke aku "Papa biayain kamu sekolah tinggi,apa apa papa sediakan,papa turutin,jangan sampai kamu nanti diambil anak orang terus di ajak hidup susah"
Awalnya aku nganggep papa mendidik aku buat matrealistic,tapi bukan kok papa kan juga cowok dia pastinya tau dong sebagaimana mestinya seorang cowok yang memang niat berumah tangga? itu relaistis kok.
Tapi setelah aku kenal fian,kadang mikir juga sih,mapan itu bukan harus punya mobil,rumah dll.
Mapan itu relatif,selama dia niat dan sanggup bertanggung jawab buat kita di masa depan,why not?
tapi kalo rumah haruslah ya mas 😑 se ngontrak2nya kan setidaknya panas nggak kepanasan,ujan nggak keujanan 😜
Pokok sekarang kita saling semangat menjalani pendidikan masing-masing,ingat ada orang tua yang harus kita pertanggung jawabkan bahagianya di masa tua,saling supoort ya.
I love you..💘
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar